UMM Hidupkan Tradisi Literasi Lewat NgabubuRead di Taman Merjosari
- calendar_month 2 jam yang lalu

UMM hadirkan NgabubuRead yang mendapat antusias bagi anak-anak di taman Merjosari Kota Malang. (Foto : Humas UMM)
Peweimalang.com, Kota Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghidupkan tradisi literasi lewat giat NgabubuRead di taman Merjosari Kota Malang.
Hal tersebut ditandai dengan kehadiran sosok KH. Ahmad Dahlan di tengah keramaian di Taman Merjosari. Meski hanya dalam bentuk cosplay, kehadiran pendiri Muhammadiyah bersama istrinya, Siti Walidah, sukses mencuri perhatian warga.
Kampus Putih ini memang berupaya memunculkan spirit perjuangan KH Ahmad Dahlan. Terutama dalam tradisi literasi, pendidikan, dan kepedulian sosial yang hidup di tengah kegiatan NgabubuRead.
Menunggu waktu berbuka puasa pun berubah menjadi pengalaman berbeda, tidak sekadar berburu takjil, tetapi diisi dengan aktivitas literasi, hiburan edukatif. Termasuk pula dengan aksi berbagi yang menjadikan taman kota tersebut. Hingga taman Merjosari nampak sebagai ruang belajar terbuka yang hangat dan penuh keceriaan.
Kegiatan ini menghadirkan konsep ngabuburit produktif melalui musikalisasi puisi, mini game golf, serta berbagai aktivitas membaca bersama. Kehadiran cosplay Ahmad Dahlan dan Siti Walidah menjadi simbol penguatan nilai literasi. Sekaligus kepedulian sosial yang diwariskan dalam sejarah gerakan Muhammadiyah.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari. Puluhan anak-anak tampak memadati booth UMM untuk mengikuti berbagai permainan edukatif dan membaca buku yang disediakan. Keseruan semakin terasa saat Mobil Kamis Membaca perpustakaan keliling milik UMM hadir membawa ratusan koleksi bacaan gratis.
Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom, mengatakan NgabubuRead dirancang sebagai ruang produktif bagi masyarakat untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum tepat untuk memperkuat kebiasaan membaca sekaligus membangun ruang diskusi yang sehat di tengah masyarakat.
“NgabubuRead bukan sekadar aktivitas menunggu waktu berbuka, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menguatkan spirit literasi. Momen Ramadan adalah waktu yang tepat memperkaya diri, baik secara spiritual maupun intelektual,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada aktivitas membaca di taman. Setelah acara utama selesai, peserta dan panitia melanjutkan kegiatan dengan membagikan makanan sebagai bentuk kepedulian.
Menurut Maharina, aksi berbagi itu menjadi simbol penguatan spirit Al-Ma’un yang diajarkan KH Ahmad Dahlan. Yakni nilai keberagamaan yang diwujudkan melalui tindakan nyata membantu sesama. Literasi, kata dia, tidak hanya berhenti pada membaca buku, tetapi juga harus melahirkan empati sosial.
“Melalui NgabubuRead, UMM ingin menanamkan pesan bahwa membaca, berbagi ilmu, dan menumbuhkan kepedulian sosial, adalah satu kesatuan gerakan yang saling menguatkan,” katanya.
Di antara puluhan anak yang memadati area kegiatan, Naufal mengaku sangat menikmati seluruh rangkaian kegiatan yang disediakan. Ia datang bersama teman-temannya dan langsung tertarik melihat mobil perpustakaan keliling. Baginya, membaca di taman sambil menunggu berbuka menjadi pengalaman baru yang menyenangkan.
Menurut Naufal, mini game golf dan berbagai permainan di booth UMM membuat suasana semakin seru. Ia juga mengaku senang bisa melihat cosplay tokoh sejarah secara langsung karena sebelumnya hanya mengenalnya dari cerita di sekolah. “Rasanya seperti belajar tapi sambil bermain,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada Ramadan berikutnya. Selain mendapat banyak teman baru, Naufal merasa kegiatan tersebut membuat waktu menunggu berbuka terasa lebih cepat dan bermanfaat. “Kalau ada lagi, saya mau ikut lagi. Soalnya seru dan bisa baca banyak buku,” ujarnya
- Penulis: Redaksi
- Editor: PWI Malang Raya










Saat ini belum ada komentar