Kota Malang Jadi Tuan Rumah Indonesia Super Fight 2026, Diikuti 2.053 Atlet dari Lima Provinsi

Kota Malang Jadi Tuan Rumah Indonesia Super Fight 2026, Diikuti 2.053 Atlet dari Lima Provinsi
Kejuaraan taekwondo Grade C 'Indonesia Super Fight 2026'. (Toski)

Peweimalang.com, Kota Malang – Kota Malang resmi menjadi pusat perhatian dunia bela diri tatap muka lewat kejuaraan taekwondo Grade C bertajuk ‘Indonesia Super Fight 2026’.

Ajang bergengsi yang berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Oktober 2026, ini sukses menarik partisipasi sebanyak 2.053 atlet dari berbagai daerah di tanah air.

​Kompetisi ini tidak hanya menjadi arena perebutan prestasi semata, tetapi juga berfungsi krusial sebagai wadah evaluasi dan uji tanding (try out) bagi para atlet daerah.

​Indonesia Super Fight 2026 diikuti oleh perwakilan atlet dari lima provinsi, meliputi Jawa Timur (Jatim), ​Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ​Jawa Tengah (Jateng), ​Bali, ​Nusa Tenggara Timur (NTT).

​Para peserta yang hadir datang dari beragam latar belakang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, dojang, klub, instansi, hingga perguruan tinggi.

Dalam kejuaraan ini, panitia mempertandingkan berbagai kelas yang terbagi menjadi dua kategori utama, yakni kelas Prestasi dan Semi Prestasi.

​Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Taekwondo Indonesia (TI) Kota Malang sekaligus Ketua Panitia, Thomas Tri Budi Dharma, menjelaskan bahwa kejuaraan ini memiliki target output strategis dalam pembinaan prestasi jangka panjang, khususnya di Jawa Timur dan Kota Malang.

​”Jadi kalau untuk di tim Jatim sendiri, itu adalah salah satu untuk try out-nya tim Puslatda. Terus untuk kabupaten/kota tersendiri yang ada di Jatim itu, ini adalah try out-nya untuk Popda dan Porprov. Itu output-nya, dan itu nanti akan menjadi bahan evaluasi untuk tim Popda dan Porprov,” ungkap Thomas.

​Persaingan dipastikan berlangsung ketat karena setiap provinsi menurunkan atlet terbaiknya, termasuk mereka yang telah tergabung dalam Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda) dan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPOP).

Indonesia Super Fight 2026 diikuti ribuan peserta dari lima provinsi. (Toski)

​Bagi Kota Malang sendiri, komposisi atlet untuk ajang Popda dan Porprov sebagian besar sudah terbentuk, meski beberapa kelas masih menyisakan dua kandidat.

Oleh karena itu, Pengkot TI Kota Malang memanfaatkan ajang ini untuk mengevaluasi tidak hanya dari segi hasil pertandingan, tetapi juga teknik, fisik, serta potensi perolehan medali.

​​Di tengah persiapan matang tersebut, pembinaan atlet di Kota Malang masih menemui hambatan nonteknis. Kendala yang paling sering dikeluhkan adalah perizinan dari pihak sekolah maupun perguruan tinggi.

​Jadwal latihan dan kejuaraan yang padat terkadang berbenturan dengan kegiatan belajar-mengajar, sehingga tugas sekolah maupun perkuliahan menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet pelajar dan mahasiswa.

​Kendati demikian, Thomas berharap seluruh atlet dapat mengerahkan kemampuan terbaiknya di atas arena. Performa mereka selama kejuaraan ini akan menjadi bahan evaluasi komprehensif bagi tim pelatih dalam mempersiapkan skuad secara lebih matang ke depan.

​”Harapan saya semua atlet bermain maksimal. Hasilnya nanti menjadi bahan evaluasi para pelatih,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *