Gubernur Jatim Salurkan Bansos dan Gelar Pasar Murah di Kabupaten Malang
- calendar_month 10 jam yang lalu

Secara simbolis, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dengan didampingi Bupati Malang, menyerahkan beras yang dibeli masyarakat dalam Pasar Murah Pemprov Jatim. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
Peweimalang.com – Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan bantuan sosial senilai Rp7.050.325.000, untuk warga Kabupaten Malang. Secara simbolis, penyerahan dilakukan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, kemarin.
Bantuan sosial tersebut, menyasar berbagai kelompok penerima manfaat. Antara lain masyarakat miskin ekstrem, penyandang disabilitas, lanjut usia kurang mampu, penerima zakat produktif, hingga program pemberdayaan desa.
Penyaluran bansos ini, merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Gubernur Khofifah menjelaskan, bantuan sosial yang diberikan terbagi dalam dua pendekatan. Yakni bersifat karitatif (charity) dan pemberdayaan ekonomi.
“Bantuan karitatif difokuskan kepada kelompok rentan. Seperti penyandang disabilitas melalui program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), serta Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi lanjut usia di atas 60 tahun dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Sedangkan bantuan berbasis pemberdayaan ekonomi, disalurkan melalui program KIP Jawara, KPM Jawara, serta zakat produktif yang diharapkan mampu menstimulasi peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyediakan akses pembiayaan melalui Program Kredit Keluarga Sejahtera (Prokesra), bekerja sama dengan Bank UMKM, dengan plafon pinjaman hingga Rp50 juta tanpa agunan dan suku bunga ringan sebesar 3 persen per tahun.
“Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.”
“Bagi masyarakat yang telah siap mengembangkan usaha, dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan melalui Prokesra. Sedangkan bagi yang masih membutuhkan dukungan dasar, tetap difasilitasi melalui bantuan sosial dan zakat produktif,” ujar Gubernur Jawa Timur.
Sementara itu, Bupati Malang, HM. Sanusi, menegaskan, pelaksanaan penyaluran bantuan sosial ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah, dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Berbagai program yang disalurkan, seperti ASPD, PKH Plus lansia, KIP Putri Jawara, zakat produktif, pemberdayaan BUMDes, Yatim Berdaya, Yatim Puspa, bantuan operasional pendamping PKH dan PKH Plus, serta tali asih bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan sosial sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Malang memaknai program ini, sebagai bagian dari orkestrasi pembangunan sosial yang terintegrasi antara perlindungan dan pemberdayaan masyarakat.”
“Perlindungan sosial harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan. Bantuan tidak hanya bersifat karitatif, namun juga harus mampu mendorong produktivitas serta memperkuat ketahanan keluarga,” tegasnya saat mendampingi Gubernur dalam penyaluran bantuan sosial tersebut.
Selepas penyerahan bantuan sosial di Pendopo Agung, Gubernur dan Bupati Malang, menghadiri Pasar Murah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang berlokasikan di Taman Pelangi Desa Dengkol Kecamatan Singosari.
Pasar Murah yang diselenggarakan Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dipadati ratusan warga masyarakat Kabupaten Malang.
Pasar Murah yang menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga jauh di bawah pasaran ini bertujuan membantu daya beli masyarakat serta mengendalikan inflasi sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan di Jawa Timur.
“Pasar murah ini setiap hari dilaksanakan. Dikoordinasi langsung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim,” tutur Gubernur Jatim.
Khofifah tidak memungkiri, saat Ramadan sampai menjelang lebaran, kebutuhan logistik masyarakat meningkat. Meningkatnya kebutuhan logistik ini berakibat pada kenaikan harga di pasar tradisional.
“Ramadan atau menjelang lebaran, ada kecenderungan peningkatan kebutuhan logistik masing-masing warga. Kita juga melihat ada dinamika kenaikan harga di pasar tradisional. Untuk mengendalikan itu, maka dibuat pasar murah ini. Barang disini dijual dengan harga dibawah harga pasar,” ungkapnya.
Gubernur Jatim berharap dengan adanya pasar murah ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat.
“Saya selalu berpesan bahwa, penyelenggaraan pasar murah dijauhkan dari pasar tradisional dan didekatkan dengan permukiman masyarakat. Sehingga manfaatnya lebih dirasakan oleh masyarakat,” tandas Gubernur Jatim.
- Penulis: Redaksi










Saat ini belum ada komentar