Dekan Syariah UIN Malang Jadi Penguji Disertasi di Universitas Belanda
- calendar_month Kam, 18 Des 2025

Dekan Fakultas Syariah UIN Malang Prof Umi Sumbulah menjadi penguji disertasi di universitas Belanda.
Peweimalang.com, Kota Malang – Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Prof Dr Umi Sumbulah berhasil menorehkan rekam jejak keilmuan yang diakui di kancah internasional. Yakni dengan diundang menjadi penguji Disertasi di Radboud Universiteit Nijmegen, Belanda, melalui Zoom, Rabu (17/12).
Menurut Prof Umi, undangan yang ia terima tersebut bukan sebagai bentuk kerja sama. Namun murni berasal dari pengakuan atas karya dan kemampuannya. Terutama terhadap bidang keilmuan yang digeluti dalam isu-isu radikalisme.
“Dalam undangan tersebut, saya sebagai salah satu penguji disertasi Muhammad As’ad, mahasiswa Program Doctoral Programme in Islam, Politics and Society Radboud Universiteit Nijmegen, Belanda,” ungkap Prof Umi.
Judul disertasi dari As’ad sendiri yakni, SHALAWAT PERFORMANCE AND CULTURAL RESISTANCE: Transforming Maulid Celebrations in Contemporary Indonesia.
Sebelumnya telah dilaksanakan ujian naskah (manuscript committee) Mei lalu dan ujian akhir (defense) pada 17 Desember 2025. Tim penguji berjumlah 10 orang yang terdiri atas tiga promotor dan tujuh penguji yang berasal dari berbagai universitas mancanegara.
Disertasi ini mengkaji pertanyaan sentral: sejauh mana dan dengan cara apa pertunjukan shalawat di Indonesia kontemporer melawan radikalisme Islam?
Penelitian ini berangkat dari pengamatan transformasi tradisi perayaan maulid menjadi pertunjukan shalawat berskala besar. Perayaan ini menarik ribuan peserta, khususnya kaum muda, di Surakarta.
Penelitian lapangan dilakukan di Surakarta selama sembilan bulan (Juli 2017 – Februari 2018). Meliputi observasi partisipan di 28 pertunjukan shalawat dan wawancara dengan 20 performer serta 40 peserta dari lima kelompok shalawat.
Dalam risetnya As’ad mengkaji bagaimana pertunjukan shalawat di Indonesia kontemporer menantang radikalisme Islam dan merespons kritik terhadap perayaan maulid. Pertunjukan shalawat telah mengubah perayaan maulid tradisional menjadi ekspresi budaya populer yang menantang kritik Salafi dan pengaruh Islam radikal.
Pertunjukan shalawat yang telah bertransformasi ini tidak hanya menghibur dan menginspirasi. Tetapi juga berfungsi sebagai perlawanan budaya terhadap narasi Islam radikal.
Otoritas lokal mengakui potensi pertunjukan ini, melalui deklarasi Pemerintah Kota Solo sebagai ‘Kota Shalawat’ pada 2013. Melalui deklarasi ini, pertunjukan shalawat merupakan sarana efektif dalam melawan narasi radikalisme.
Khususnya di kota yang selama ini menjadi ladang subur tumbuhnya kelompok radikalisme keagamaan (KRK). Baik yang bersifat lokal, nasional maupun transnasional.
Usai menguji, Prof Umi Sumbulah menyampaikan kebahagiaanya, ia merasa bangga telah diundang oleh Radboud University. Yakni untuk menjadi tim penguji disertasi yang ditulis oleh Muhammad As’ad, mahasiswa dan juga Dosen UNHAS Jombang Indonesia.
“Undangan sebagai penguji ini merupakan salah satu rekognisi internasional menuju visi UIN Maulana Malik Malang, unggul bereputasi internasional,” ucap Umi Sumbulah.
Ia berharap, pengakuan internasional sebagai penguji berdampak secara akademik maupun non akademik. Tentunya ini selaras dengan tagline fakultas syariah: hebat, melesat, unggul, impactful.
Sebelum menutup, Umi Sumbulah menuturkan jika tim penguji terdiri dari ; Prof Dr H.H.A. van den Brink (dean); Prof. Dr. C. van Nieuwkerk, Prof. Dr. Noorhaidi Hasan and Prof. dr. C.J.A. Sterkens (promoters).
Termasuk pula ada tujuh Examiners Board, yakni ; Prof. Dr. F.J.S. Wijse, Prof. Dr. A.K. Rasmussen, Dr. Sunarwoto, Prof. Dr. B. Barendregt, Dr. M.J.M. de Koning dan Dr. E.B.P. de Jong, dan Prof. Dr. Umi Sumbulah sendiri.
- Penulis: Redaksi
- Editor: PWI Malang Raya










Saat ini belum ada komentar