Duta Pengangguran Jadi Agro Edu-wisata Pertama di Kota Malang

Peweimalang.com, Kota Malang – Duta Pengangguran menjadi pilot project destinasi agro-eduwisata terbaru di Kota Malang. Duta Penggangguran ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Malang pada Sabtu (6/12/2025) yang diharapkan menjadi ikon wisata baru di Kota Malang.

Berlokasi di Jalan IR Rais, Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Duta Pengangguran ini menghadirkan pengalaman pengalaman petik anggur, edukasi pertanian modern, serta area rekreasi keluarga dalam satu kawasan. 

Direktur Duta Pengangguran, Reny Wihayanti menjelaskan bahwa Duta Pengangguran ini sejalan dengan Kementerian Pertanian yang menggantikan buah impor anggur menjadi buah lokal. Ia menyebut bahwa taget digalakkannya pada tahun 2030 mendatang.

“Kita support pemerintah, terutama Kementerian Pertanian dengan meluaskan budidaya anggur ini untuk edukasi maupun produksi,” jelas Reny, (6/12/2025).

Reny menyebut bahwa Duta Pengangguran ini meyajikan berbagai kegiatan menarik, petik anggur secara langsung, edukasi budidaya anggur, greenhouse pembelajaran, hingga berbagai spot foto yang dirancang untuk mengenalkan pertanian modern kepada generasi muda. Reny juga menambahkan bahwa Duta Pengangguran tidak terlepas dari sinergi sejumlah pihak.

“Duta Pengangguran menjadi langkah awal dalam menghadirkan ruang wisata inovatif yang menggabungkan rekreasi, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Reny menyebutkan bahwa di Duta Pengangguran ini rencananya mengembangkan 50 sampai 55 jenis varian anggur. Namun, saat ini masih 15 varian yang dikembangkan.

“Kami mengambil varian dari luar negeri, tetapi sudah dibudidayakan di Indonesia. Nanti kita akan menanam varian jenis premium juga,” ucapnya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat memetik anggur di Duta Pengangguran

Rencananya Duta Pengangguran ini akan dibuka secara umum sekitar tanggal 20 atau 25 Desember. Reny menyebut bahwaAkhir Desember buah anggur akan matang walaupun belum 100 persen.

“Menjelang akhir Desember buah kita baru matang walaupun tidak 100 persen, itu masih seperempat greenhouse dari 20 greenhouse yang ada,” tambahnya.

Duta Pengangguran juga membuka peluang kerja sama dengan sekolah, komunitas pertanian, UMKM, hingga konten kreatir yang ingin mengangkat potensi agro-eduwisata Malang ke level yang lebih luas.

“Program pemberdayaan warga sekitar, sistem pengelolaan limbah ramah lingkungan, serta kolaborasi berkelanjutan dengan komunitas pertanian akan terus diperkuat,” tandasnya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (kanan) dan Direktur Duta Pengangguran, Reny Wihayanti (kiri)

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan bahwa Duta Pengangguran menjadi wisata edukasi berbasis agrowisata. Wahyu menyebut bahwa menjadi pelengkap destinasi yang sudah ada di Kota Malang.

“Selama ini kita sudah punya kampung tematik. Kini saya mengapresiasi hadirnya kawasan agrowisata berbasis anggur. Tidak hanya menawarkan wisata, tetapi juga edukasi bagi masyarakat,” jelas Wahyu.

Menurut Wahyu, konsep ini sejalan dengan visinya untuk mewujudkan Ngalam Laris dan Ngalam Tahes. Hal tersebut dikarenakan Duta Pengangguran memiliki unsur pendidikan, pemberdayaan masyarakat serta pengembangan pariwisata di Kota Malang.

“Bahkan ada pengalaman dan ilmu yang dibawa dari kuar untuk diterapkan di Kota Malang. Ini bisa menjadi salah satu wisata dan edukasi unggulan di Kota kita,” tegasnya.

Wahyu menilai bahwa Duta Pengangguran bisa menjadi role model agro edu-wisata. Ia menambahkan bahwa di Duta Pengangguran bisa menghadirkan varietas Anggur Malang.

“Tidak menutup kemungkinan di setiap kecamatan di Kota Malang memiliki agrowisata unggulannya sendiri. Ini akan menjadi daya tarik sekaligus memperkaya pilihan oleh-oleh Khas Malang,” ujarnya.

Peresmian Duta Pengangguran oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat

Selain wisata dan edukasi, konsep Duta Pengangguran ini dianggap mampu memperkuat UMKM lokal. Tidak hanya produk olahan, tetapi buah segar.

“Tadi saya melihat juga berbagai produk turunan seperti keripik daun anggur dan stik daun anggur. Ini busa menjadi lini UMKM baru yang potensial untuk terus dikembangkan,” pungkas Wahyu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *