Peweimalang.com, Kota Malang – Pemerintah pusat bersama DPR RI meluncurkan program P5 HAM, program pemajuan dan penegakkan Hak Asasi Manusia (HAM) ini untuk menumbuhkan kesadaran HAM bagi generasi Z yang di Gedung Aula Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Kota Malang, Jumat (14/11/2025).
Kegiatan ini juga menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya yang dimana puluhan anggota PWI Malang Raya hadir mengikuti kegiatan tersebut.
Mewakil Anggota Komisi XIII DPR RI, Dr. Ahmad Basarah, sekaligus Dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember, Nando Yussele Mardika, S.H., M.Si mengungkapkan bahwa political will pemerintah dalam memastikan pemenuhan HAM semakin melemah.
Ia menilai kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena praktik kekuasaan justru bergerak menjauh dari semangat reformasi 1998.
“Persoalan utama bukan terletak dari gagasan politik, melainkan pada implementasi dan pengguna kewenangan oleh Aparat Penegak Hukum (APH). APH seharusnya independen, tetapi faktanya banyak proses hukum yang terpengaruh kepentingan politik,” jelasnya.
Nando juga menjelaskan bahwa program P5 HAM merupakan program kerjasama yang dilaksanakan di daerah pemilihan (dapil) dari masing-masing anggota DPR RI.
“Jadi program ini dilaksanakan anggota DPR di dapilnya masing-masing,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nando mengungkapkan bahwa salah satu masalah besar demokrasi di Indonesia adalah rendahnya akuntabilitas dalam konteks demokrasi demografi.
“Dalam teori demokrasi, masyarakat seharusnya dilibatkan dalam benfuk regulasi dan kebijakan publik. Namun, dalam praktik, suara publik jarang benar-benar masuk ke proses itu,” ucap Nando.
Nando juga menjelaskan bahwa isu HAM dan kebebasan pers tidak bisa dilepaskan dari gerakan advokasi yang dilakukan masyarakat sipil. Namun, efektivitas perjuangan tersebut sangat bergantung pada political will.
“Untuk memajukan kebebasan pers dan HAM, kita tidak punya pilihan lain selain mendorong adanya political will, ini yang mengkhawatirkan,” tutupnya.
Disisi lain, Ketua DPC PDIP Kota Malang, I Made Riandiana Kartika menceritakan bahwa dirinya berasal dari Bali. Ia menambahkan bahwa di Kota Malang sangat welcome sekali dengan perbedaan.
“Saya berasal dari Bali dan di Kota Malang ini sangat welcome sekali dengan unsur suku, ras dan agama. Jadi kita sebagai pendatang harus menyesuaikan budaya yang di Kota Malang,” ujar Made.
Menurutnya, sebagai pendatang harus menghormati adat istiadat dan budaya di daerah yang didatangi. Jangan sampai sebagai pendatang tidak menyesuaikan adat dan istiadat di daerah yang didatangi.
“Sebagai pendatang kita harus menyesuaikan adat istiadat dan budaya daerah. Ikuti adat istiadat budayanya, karena kita harus menghormati daerah yang didatangi jangan sampai ego dengan budaya tempat asal,” ungkapnya.
Selain itu, Made berpesan bahwa keberhasilan bisa diraih dengan kemauan yang baik. Ia juga bercerita perjalanannya sampai menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Malang.
“Percayalah keberhasilan itu bisa diraih dengan kemauan yang baik,” pungkas mantan Ketua DPRD Kota Malang asal Bali itu.
Ketua PWI Malang Raya, Ir. Cahyono mengatakan bahwa kegiatan ini guna menambah keilmuan wartawan atau jurnalis dalam bidang HAM.
“Teman-teman wartawan nanti bisa mengambil nilai positif dari kegiatan ini mengenai HAM,” paparnya.
Ir. Cahyono juga menegaskan bahwa ini merupakan sinergi yang baik bagi PWI Malang Raya. Menurutnya, ini merupakan sinergi yang baik untuk memulai hal yang positif, apalagi mengenai HAM.
“Terima kasih kepada Pak Rektor, Pak Nurcholis karena selalu support. Ini merupakan bentuk sinergi dan bisa melahirkan kegiatan-kegiatan yang positif bisa memberikan hal baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ir. Cahyono memaparkan bahwa PWI Malang Raya akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW), baik jenjang muda, madya maupun utama. Kegiatan UKW tersebut akan dilaksanakan pada 28 November mendatang.
“Tanggal 28 November 2025 mendatang kami menggelar UKW yang ke 9 kali, 6 kali digelar di IKIP Budi Utomo yang kini menjadi Universitas Isan Budi Utomo (UIBU) Malang. Baik ke jenjang muda, muda ke madya, madya ke utama yang diikuti wartawan lokal Malang Raya,” tutupnya.





