Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Ibu dan Anak Terseret Arus Banjir Sungai Glidik Masih Dalam Pencarian

Ibu dan Anak Terseret Arus Banjir Sungai Glidik Masih Dalam Pencarian

  • calendar_month Ming, 2 Nov 2025

Peweimalang.com, Kab Malang – Hujan yang mengguyur wilayah perbatasan Kabupaten Malang-Kabupaten Lumajang telah membawa korban jiwa akibat terseret arus Sungai Glidik yang berada di perbatasan dua kabupaten tersebut. Sedangkan kedua korban itu satu keluarga yakni ibu dan anak, bernama Rika Yulia (ibu) usia 27 tahun dan Aldafistul Rifka Salima (anak) usia 6 tahun, yang kini dalam pencarian Tim Search and Rescue (SAR), karena hanyut saat itu terjebak banjir.

Kronologinya satu keluarga mengendarai sepeda motor dari arah Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang menuju Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, di tengah perjalanan terjebak banjir Sungai Glidik, lalu memutar arah untuk menghindari banjir, namun posisi air sudah semakin besar. “Istri dan anak lepas dari tangan suaminya dan terbawa arus air sungai yang tinggi, sedangkan suaminya berhasil menepi ke pinggir arah Desa Tegalrejo,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, Minggu (2/11), kepada wartawan.

Menurutnya, peristiwa tragis itu terjadi masuk di wilayah Kabupaten Malang, sehingga kedua korban tersebut dilaporkan hilang terseret arus Sungai Glidik pada Sabtu (1/11) sore kemarin. Dan keduanya hanyut setelah berusaha menyeberangi jembatan licin bersama suami menggunakan sepeda motor di tengah derasnya arus sungai yang tiba-tiba meluap. “Kini kedua korban masih dalam pencarian Tim SAR. Dan untuk saat ini arus Sungai Glidik masih cukup deras, karena di wilayah setempat masih diguyur hujan.” jelasnya.

Ditempat terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar membenarkan, jika peristiwa dua orang korban akibat terseret arus Sungai Glidik itu, pada Sabtu (1/11), pukul 17.30 WIB, ketika korban Rika Julia Safitri (27) bersama suaminya Teguh Srianto (34) dan putrinya Aldafiatul Rifka Salimah (6), hendak menyeberang dari arah Desa Tegalrejo, Kabupaten Lumajang, menuju Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

“Sesampainya di tengah jembatan, arus air Sungai Glidik tiba-tiba meluap, yang saat itu suami korban sempat berusaha menepi sambil memegang istrinya, namun pegangan terlepas karena derasnya arus Sungai tersebut,” ungkapnya.

Sehingga dengan meluapnya air Sungai Glidik, kata Bambang, korban ibu dan anak langsung terbawa arus deras Sungai Glidik. Sementara, sang suami berhasil menyelamatkan diri dalam kondisi selamat, namun kini mengalami syok berat. Dengan peristiwa itu, maka petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Ampelgading bersama perangkat desa dan warga sekitar, serta komunitas nelayan setempat langsung melakukan pencarian sejak hari Sabtu malam.

Tim pencarian, dia menuturkan, menyusuri aliran sungai hingga kawasan muara. Upaya pencarian dilakukan secara manual dengan melibatkan warga dari dua wilayah, yakni Desa Lebakharjo, Kabupaten Malang, dan Desa Tegalrejo, Kabupaten Lumajang. Dan hingga hari Minggu pagi, tim berhasil menemukan sepeda motor korban sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian, namun keberadaan korban masih belum ditemukan.  “Sepeda motor korban ditemukan sekitar dua kilometer dari jembatan tempat kejadian. Namun, pencarian korban ibu dan anak masih terus dilakukan,” terangnya.

 

 

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: PWI Malang Raya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less