Empat Dosen UM Kembangkan AIDEL, Pembelajaran Ekonomi Berbasis AI untuk Siswa SMA

Empat Dosen UM Kembangkan AIDEL, Pembelajaran Ekonomi Berbasis AI untuk Siswa SMA
Eempat dosen UM yang mengembangkan aplikasi berbasis AI untuk membantu siswa SMA memahami pembelajaran Ekonomi. (Gambar: Humas UM)

Peweimalang.com, Malang Kota – Empat dosen Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan AI-Driven Economics Learning (AIDEL). Yakni model pembelajaran ekonomi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu siswa SMA memahami materi secara lebih interaktif, personal, dan kontekstual.

Tim peneliti tersebut terdiri atas Ro’ufah Inayati, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua, bersama Sri Handayani, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Rizza Megasari, S.Pd., M.Pd., Ph.D., dan Khofifatu Rohmah Adi, S.Pd., M.Pd.

Pengembangan yang dimulai pada Juli–Agustus 2026 ini merespons kebutuhan pembelajaran ekonomi yang semakin menuntut kemampuan analisis, literasi, dan numerasi.

AIDEL mengintegrasikan teknologi AI melalui fitur AI Personal Tutor, chatbot, latihan numerasi adaptif, simulasi ekonomi. Serta pemantauan perkembangan belajar. Siswa dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk memahami materi, berlatih menyelesaikan persoalan, dan menganalisis fenomena ekonomi. Terutama yang berdasarkan konteks yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bantu Siswa Memahami Konsep Ekonomi

Berbeda dari pembelajaran yang hanya menekankan hafalan. AIDEL dirancang untuk mendorong siswa memahami hubungan antarvariabel ekonomi. Juga membaca data, dan memecahkan persoalan kontekstual.

Melalui fitur simulasi, siswa dapat mempelajari dinamika permintaan dan penawaran, perubahan harga, inflasi, hingga resesi. Sementara itu, latihan numerasi yang dipersonalisasi diharapkan membantu siswa berlatih sesuai tingkat kemampuan dan kebutuhan belajarnya.

Fitur AI Personal Tutor juga memungkinkan siswa mengajukan pertanyaan, memperoleh penjelasan tambahan. Serta menerima umpan balik selama proses belajar. Dengan dukungan tersebut, siswa diharapkan lebih leluasa mendalami materi. Termasuk ketika membutuhkan penjelasan di luar kegiatan pembelajaran di kelas.

Bagi guru, AIDEL menawarkan alternatif untuk menyajikan materi dan latihan secara lebih variatif sekaligus memantau perkembangan kompetensi siswa. Teknologi ini tetap ditempatkan sebagai pendukung pembelajaran, bukan pengganti peran guru dalam membimbing peserta didik.

Libatkan Guru Ekonomi di Kediri dan Blitar

Untuk menguji penerapannya, tim peneliti UM melibatkan guru-guru ekonomi melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi MA Kabupaten Kediri dan MGMP Ekonomi MA Blitar.

Keterlibatan guru menjadi bagian penting dalam pengembangan AIDEL karena mereka berhadapan langsung dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Melalui pengujian tersebut, guru dapat mencoba fitur yang tersedia sekaligus memberikan masukan mengenai kemudahan penggunaan, relevansi materi, dan kesesuaiannya dengan pembelajaran di sekolah.

Masukan dari dua wilayah tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan teknologi maupun rancangan pembelajaran. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi guru untuk mengenali peluang pemanfaatan AI secara lebih terarah dalam pembelajaran ekonomi.

AIDEL dikembangkan menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Tahapan tersebut memastikan pengembangan tidak berhenti pada pembuatan platform digital. Tapi juga mempertimbangkan aspek pedagogis dan pengalaman pengguna.

Kolaborasi Empat Dosen, Gabungkan Teknologi dan Pendidikan

Pengembangan AIDEL menggabungkan keahlian empat dosen dalam aspek sistem. Termasuk pula desain antarmuka, materi ekonomi, dan pengelolaan aplikasi.

Ro’ufah Inayati berperan dalam arsitektur sistem dan integrasi AI. Sri Handayani berkontribusi pada perancangan antarmuka agar platform mudah digunakan. Sedangkan Rizza Megasari menangani penyusunan materi ekonomi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran dan standar Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Kemudian Khofifatu Rohmah Adi berkontribusi dalam pengelolaan server, basis data, dan performa aplikasi.

Kolaborasi tersebut mempertemukan pengembangan teknologi dengan substansi pendidikan ekonomi. Dengan demikian, fitur yang disediakan tidak hanya berorientasi pada kecanggihan AI. Namun juga pada kebutuhan siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar.

Pengembangan AIDEL diharapkan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran ekonomi sekaligus memperkuat transformasi digital pendidikan. Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *