Peweimalang.com, Kota Malang – Rangkaian Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2026 resmi dimulai.
Mengusung tema “Green and Clean” guna menanamkan kepedulian lingkungan serta jiwa kepemimpinan bangsa, kegiatan pembukaan yang dipusatkan di Helipad UMM pada Selasa (8/9/2026) menyambut ribuan mahasiswa baru dari berbagai fakultas, termasuk Fakultas Hukum (FH) UMM.
Dekan FH UMM, Prof. Dr. Tongat, S.H., M.Hum., membuka secara resmi orientasi bagi mahasiswa baru tersebut.
Dalam sambutannya, Prof. Tongat menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pilihan para mahasiswa menempuh pendidikan di FH UMM, institusi yang telah mengantongi akreditasi Unggul secara nasional serta rekognisi global melalui lembaga akreditasi internasional FIBA.
“Bersyukur sekali Saudara masuk sebuah institusi yang pengakuannya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional. Jadi Fakultas Hukum UMM itu sudah terakreditasi Unggul di tingkat nasional dan sudah terakreditasi di tingkat internasional,” ungkap Prof. Tongat di hadapan para mahasiswa baru.
Prof. Tongat juga memaparkan peta persaingan pendidikan tinggi hukum di Malang Raya. Dari lebih dari 40 perguruan tinggi yang ada di kawasan Malang, hanya terdapat sekitar 12 hingga 13 institusi yang memiliki Fakultas Hukum.
“Di tengah ketatnya kompetisi itu, FH UMM konsisten berada di jajaran terdepan dengan standar mutu tertinggi,” jelas Prof. Tongat.
Menurut Prof. Tongat, FH UMM ini merupakan salah satu fakultas tertua di lingkungan UMM. FH UMM lahir dan berdiri secara bersamaan dengan berdirinya universitas pada tahun 1964.
“Memasuki usia ke-62 tahun, fakultas ini membuktikan kemapanan institusi yang tetap memiliki semangat muda, dinamis, dan berorientasi masa depan cerah bagi mahasiswanya,” teranya.
Perjalanan panjang FH UMM dari tahun ke tahun telah melewati berbagai dinamika penting penjaminan mutu.
Pada tahun 1983, dimana akreditasi belum ada dan yang berlaku adalah pengakuan status, FH UMM sudah berstatus ‘disamakan’ dengan fakultas hukum di perguruan tinggi negeri (PTN).
Seiring dengan lahirnya badan akreditasi nasional, pada tahun 1985, FH UMM mulai mengikuti proses akreditasi dan berhasil meraih Akreditasi A, yang dapat dipertahankan dan dievaluasi berkala setiap 5 tahun sekali, yang kini telah dikonversi menjadi Akreditasi Unggul.
“Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, acuan utamanya bukan sekadar melihat apakah perguruan tinggi tersebut negeri atau swasta, tetapi perhatikanlah status akreditasinya,” tegas Prof. Tongat, menambahkan bahwa FH UMM membuktikan diri sebagai amal usaha Muhammadiyah yang konsisten melahirkan lulusan berkualitas.
Di sela kegiatan, pihak rektorat dan fakultas turut memastikan bahwa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang dinantikan para mahasiswa baru akan segera didistribusikan pada bulan ini.
Rangkaian Pesmaba FH UMM Tahun Akademik 2026/2027 pun resmi dimulai dengan pembacaan lafaz basmalah, menandai langkah awal mahasiswa baru menempuh studi hukum berkualitas tinggi.





