Tingkatkan Pembinaan Atlet Taekwondo, Pengprov TI Jatim Kerja Sama Internasional dengan Korsel

Tingkatkan Pembinaan Atlet Taekwondo, Pengprov TI Jatim Kerja Sama Internasional dengan Korsel
Ketum TI Jatim Mayjen TNI (Purn) Yusman Madayun (tengah) saat menunjukkan tandatangan kerja sama dengan pimpinan Gwangju University Korea Selatan. (Foto: Humas Pengprov TI Jatim)

Peweimalang.com, Surabaya – Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan (Korsel) selama tujuh hari, mulai 14 hingga 20 Juli 2026. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama internasional, meningkatkan pembinaan atlet berbasis sport science, serta memperluas jejaring pengembangan olahraga taekwondo.

Dalam kunjungan tersebut, Pengprov TI Jawa Timur (Jatim) menjalin kerja sama dengan Gwangju University di Kota Gwangju, Korsel. Kolaborasi ini, kata Wakil Ketua Umum Pengprov TI Jatim Hendra Setiyawan, Jumat (24/7), kepada wartawan, kunjungan ke Korsel difokuskan pada pengembangan ekosistem olahraga taekwondo, pembinaan prestasi berbasis sport science, serta program pertukaran pelajar sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga.

Bacaan Lainnya

Selain itu, lanjut dia, dirinya dan juga rombongan melakukan pertemuan dengan Taekwondo Promotion Foundation (TPF) di Taekwondowon, Muju Korsel. Kerja sama yang dilakukan ini untuk bisa bersinergi dalam meningkatkan pembinaan atlet berbasis sport science, serta memperluas jejaring pengembangan olahraga taekwondo.

“Dengan sinergi itu diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan olahraga taekwondo melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, dan promosi di tingkat internasional,” jelasnya.

Hendra juga mengatakan, kunjungan ke Korsel tersebut bagian dari agenda pembinaan prestasi. Dan Pengprov TI Jatim juga mengirimkan empat atlet untuk mengikuti training camp di Gwangju University selama 12 hari.

Program ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 yang akan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026, di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Sedangkan empat orang atlet yang mengikuti pemusatan latihan tersebut berasal dari Kota/Kabupaten, seperti Surabaya, Lumajang, dan Kota Kediri, dengan rincian satu atlet dari Surabaya, satu atlet dari Lumajang, dan dua atlet dari Kediri.

Ketum TI Jatim Mayjen TNI (Purn) Yusman Madayun (tengah) didampingi pengurus TI Pengprov Jatim dan pimpinan Gwangju University Korea Selatan, serta empat atlet Pengprov TI Jatim. (Foto: Humas Pengprov TI Jatim)

Rangkaian kunjungan ini, dia sampaikan, mencakup kunjungan ke Kukkiwon di Distrik Gangnam, Seoul, yang merupakan markas besar Taekwondo dunia. Kukkiwon berperan sebagai otoritas tertinggi dalam menetapkan standar teknik taekwondo internasional, menyelenggarakan pendidikan instruktur, serta menjadi satu-satunya lembaga penerbit sertifikat sabuk hitam (Dan/Poom) yang diakui secara internasional.

Delegasi Pengprov TI Jatim yang mengikuti kunjungan tersebut terdiri dari Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum, dua pengurus Komisi Kepelatihan, serta empat atlet.

“Melalui kunjungan ini, Pengprov TI Jatim berharap dapat memperkuat hubungan kelembagaan dengan sejumlah institusi taekwondo di Korsel, sekaligus menghadirkan sistem pembinaan yang lebih modern guna meningkatkan prestasi atlet Jawa  Timur di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *