Peweimalang.com, Kab Malang – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang menyiagakan puluhan unit pompa air untuk mengantisipasi potensi kekeringan ekstrim di sektor pertanian. Dan petani yang lahannya mulai terdampak kemarau diimbau segera melapor ke Bintara Pembina Desa (Babinsa) atau penyuluh pertanian setempat. Meski, sudah memasuki musim kemarau, namun sejauh ini kondisi sektor pertanian di wilayah Kabupaten Malang dilaporkan masih relatif aman dan jaringan irigasi tetap berfungsi optimal. Sehingga DTPHP mengambil langkah mitigasi tetap dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan.
Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Avicenna M Saniputera, Senin (22/6), kepada wartawan mengatakan, bahwa pihaknya telah mempersiapkan puluhan unit pompa air, dan saat ini sudah siap bilamana ada lahan pertanian yang mengalami kekeringan. Sejauh ini, jaringan irigasi masih berfungsi dengan baik dan belum ada laporan khusus kejadian kekeringan yang ekstrim. “Namun kami sudah punya cadangan pompa air yang ada dimasing-masing Kantor Ko, yang jumlahnya sebanyak 85 pompa air untuk mengantisipasi kekeringan ekstrim,” tuturnya.
Dijelaskan, 85 unit pompa air tersebut tersebar di setiap masing-masing Komando Rayon Militer (Koramil). Dalam pelaksanaannya, operasional pompa air akan dikawal langsung oleh personel Babinsa. Dan jika ada kelompok tani atau masyarakat yang mengalami kekeringan, pompa air bisa langsung digerakkan ke lokasi dengan dikawal oleh personel Babinsa setempat. Sehingga petani bisa melapor lewat Babinsa atau ke penyuluh pertanian. Karena di sektor pertanian saat ini memang mendapatkan pendampingan ketat dari personel TNI/Polri.
Menurut Avisenna, hingga memasuki pertengahan tahun 2026 ini, DTPHP Kabupaten Malang memastikan komoditas tanaman pangan, khususnya padi, masih berproduksi dengan normal. Aktivitas panen dan tanam pun dilaporkan belum terganggu. Karena di Kabupaten Malang ini memiliki suplai air cenderung masih bagus. Hal ini diuntungkan secara geografis karena dikelilingi pegunungan besar, seperti Gunung Semeru, Gunung Arjuno, Gunung Welirang, dan Pegunungan Kapur Selatan. Kondisi ini membuat Kabupaten Malang memiliki ratusan sumber mata air alami (umbulan) yang debit airnya relatif stabil dan jernih.
“Mudah-mudahan dampaknya tidak se-ekstrem yang diisukan di tingkat nasional. Sebab, saat ini aktivitas panen dan tanam padi masih berjalan dengan baik,” tegasnya.(*).





