Lewat Kejurprov TI Antar Klub 2026, Pengprov TI Jatim Tekankan Standardisasi Atlet

Lewat Kejurprov TI Antar Klub 2026, Pengprov TI Jatim Tekankan Standardisasi Atlet
Kejurprov TI Antar Klub 2026

Peweimalang.com, Kabupaten Malang – Sebanyak 1.345 atlet taekwondo dari berbagai penjuru Jawa Timur resmi memulai persaingan dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Taekwondo Indonesia Antar Klub Jawa Timur 2026.

Ajang yang digelar selama dua hari (Sabtu-Minggu 2-3/5/2026) ini ditegaskan bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan fondasi utama dalam menjaring bibit unggul menuju prestasi dunia.

Bacaan Lainnya

​Acara pembukaan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus provinsi dan perwakilan kota/kabupaten.

Pembukaan Kejurprov TI Antar Klub 2026

Sambutan tertulis Ketua Umum (Ketum) Pengprov TI Jatim, Mayjen TNI (P) Yusman Madayun, S.I.P., disampaikan oleh Wakil Ketua Umum (Waketum), Hendra Prastiyawan, yang hadir mewakili Ketua Umum.

​Dalam arahannya, Mayjen TNI (P) Yusman Madayun menyoroti pentingnya penguatan pembinaan dari level akar rumput.

Pengprov TI Jatim berkomitmen untuk tidak lagi menunggu talenta muncul secara mandiri, melainkan aktif turun ke daerah-daerah melalui program inovatif.

​”Pengprov TI Jatim berkomitmen membenahi proses pembinaan dari tingkat stakeholder paling bawah. Langkah konkretnya, Komisi Kepelatihan akan melaksanakan program Road Show ke daerah-daerah (Pengkab/Pengkot),” ujar Hendra saat membacakan amanat Ketua Umum.

Wakil Ketua Umum Pengprov TI Jatim Hendra Prastiyawan

​Program Road Show ini akan dikemas dalam bentuk Coaching Clinic yang menyasar atlet dan pelatih lokal. Strategi ‘jemput bola’ ini bertujuan memastikan standar kepelatihan dan kualitas teknik atlet di seluruh Jawa Timur berada pada level yang setara dan mumpuni.

​Selain aspek teknis, naskah sambutan tersebut menekankan bahwa Kejurprov adalah wadah pembangunan karakter. Para atlet dan pelatih diingatkan bahwa medali bukanlah segalanya jika diraih tanpa integritas.

​”Jadikan kejuaraan ini sebagai ladang untuk mempererat persatuan, memupuk kedisiplinan, serta menjalin silaturahmi keluarga besar Taekwondo Jawa Timur. Saya berpesan kepada seluruh atlet untuk bermain dengan adil (fair play) dan menjunjung tinggi sportivitas,” tegasnya.

​Demi menjaga kualitas kompetisi, lanjut Hendra, Pengprov TI Jatim menginstruksikan ke perangkat pertandingan untuk profesional, bahkan wasit yang memimpin pertandingan dituntut untuk memimpin dengan standar profesionalisme tertinggi.

“Untuk wasit diminta untuk objektif dan menilai berdasarkan fakta di lapangan, berikan keputusan tanpa intervensi, serta menjaga martabat pertandingan melalui ketegasan yang tepat,” tandasnya.

​Melalui gelaran Kejurprov 2026 dan serangkaian program penguatan SDM di daerah, Pengprov TI Jatim optimistis dapat terus mempertahankan posisi sebagai barometer prestasi taekwondo nasional yang solid dan berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *