Tol Malang–Kepanjen Segera Direalisasikan, Dorong LHR ke Pansela

Tol Malang–Kepanjen Segera Direalisasikan, Dorong LHR ke Pansela
Kepala DPUBM Kabupaten Malamg Khairul Isnaidi Kusuma

Peweimalang.com, Kab Malang – Semakin pesatnya kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat di wilayah Indonesia ini, maka pemerintah berupaya untuk mengurangi kemacetan di jalan raya, yakni dengan membangun infrastruktur jalan tol untuk memberikan kenyamanan kepada para pengendara bermotor. Seperti membagun jalan tol diberbagai wilayah, termasuk membangun jalan tol di wilayah Malang-Kepanjen, Kabupaten Malang. Hal ini dalam rangka mendukung peningkatan Lalu-lintas Harian Rata-rata (LHR) ke kawasan Pantai Selatan (Pansela).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma, Senin (6/4), kepada wartawan mengatakan, rencana pembangunan jalan tol dari Malang ke Kepanjen menunjukkan sinyal positif untuk segera terealisasi. Sehingga untuk merealisasikan Jalan Tol Malang-Kepanjen, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah melakukan presentasi ke Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terkait dengan potensi-potensi yang dimiliki Kabupaten Malang, serta efek domino ketika Jalan Tol Malang-Kepanjen memiliki exit tol yang mengarah ke Pansela. Karena di wilayah Malang Selatan terdapat puluhan wisata Pantai, sehingga jalan tol tersebut untuk mempermudah dan mempercepat wisatawan menuju wisata Pantai Malang Selatan.

“Untuk rencana exit tol dari Jalan Tol Malang-Kepanjen sementara ini akan ditempatkan di wilayah Pakisaji, Gondanglegi dan Kromengan. Namun, penetapan jumlah exit tol tetap bergantung pada keputusan dari Kemen PU. Sebab, semakin banyak exit tol juga akan menambah biaya,” ujarnya.

Sedangkan, kata Khairul, exit tol di wilayah Kecamatan Gondanglegi, yang jelas agar mudah terkoneksi dengan jalan Gondanglegi-Balekambang, untuk bisa menghidupkan Pansela, agar Pansela itu LHR-nya tinggi. Dan Kementerian sudah mengeluarkan anggaran untuk menghidupkan Pansela, tetapi LHR nya masih rendah. Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar Jalan Tol Malang-Kepanjen dapat terhubung dengan jalan Gondanglegi-Balekambang yang mengarah ke Pansela. Sehingga dengan begitu dapat membuat LHR ke Pansela semakin meningkat. Dan pihaknya sudah mengusulkan agar exit Tol Gondanglegi bisa terhubung Pansela, yang nantinya LHR-nya bisa naik.

“Ini yang membuat Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Kementerian PU tertarik, karena mendengarkan presentasi kita seperti itu di Kementerian. Sehingga untuk pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen yang diperkirakan memiliki panjang sejauh 30 kilometer, dengan membutuhkan biaya sebesar Rp 10 triliun,” ungkapnya.

Namun, disampaikan Khairul, rencana anggaran itu akan diupayakan untuk ditekan, tetapi tidak menghilangkan esensi dari keberadaan Jalan Tol Malang-Kepanjen tersebut.

Untuk itu, persiapan kegiatan review Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan dan basic desain dasar mulai dari aspek teknis, sosial, ekonomi hingga pembiayaan akan mulai dilakukan pada bulan April-Mei 2026, dan ditargetkan selesai pada Desember 2026 mendatang. Dan jika exit tol di wilayah Kecamatan Pakisaji dikurangi, tentunya biayanya bisa berkurang, dan bisa untuk menutupi kebutuhan yang lainnya.

“Kami berharap pada tahun 2027 mendatang sudah mulai persiapan pembangunan, dan kami tetap optimis, jika ada realisasi pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen. Jika saat itu tidak ada Covid-19 sudah terealisasi. Tapi sekarang terjadi geopolitik, dan mudah-mudahan tidak ada kendala,” tandas dia.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *