Tanah Warung di Jalan Kawi Atas Ambles, Makan Satu Korban
- calendar_month Sel, 11 Nov 2025

Peweimalang.com, Kota Malang – Insiden tanah ambles terjadi di kawasan Jalan Kawi Atas, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Selasa (11/11/2025) pagi sekitar pukul 09.30 di sebuah warung pinggir jalan milik Karyadi. Tanah tersebut tiba-tiba ambles sedalam enam meter dan memakan satu korban.
Dalam pantauan pukul 16.00 WIB, beberapa warga tampak membenarkan bangunan usai kejadian amblesnya tanah. Terlihat air PDAM bocor di kawasan amblesnya tanah tersebut
Istri pemilik warung, Setyowati (57) menjadi korban dari insiden tanah ambles tersebut. Setyowati terperosok ke dalam lubang sedalam enam meter itu saat sedang membersihkan warungnya.
Menurut kesaksian pegawai bengkel setempat, Eka menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar 09.00 WIB. Seperti biasanya, Setyowati yang sedang menyapu, namun secara tiba-tiba tanah tersebut ambles tanpa ada tanda-tanda sedikit pun.
“Kejadiannya pagi sekitar 09.00 WIB, Ibunya itu sedang membersihkan warungnya,” kata Eka, Selasa (11/11/2025).
Korban yang terperosok berteriak meminta pertolongan. Namun, suaranya tidak begitu terdengar karena kondisi yang masih sepi di kawasan tersebut. Setyowati diperkirakan terjebak di dasar lubang sekitar satu setengah jam.
Sekitar pukul 09.30 WIB beberapa karyawan bengkel yang berada di sekitar lokasi. Eka mendengar samar-samar suara minta tolong.
“Awalnya saya kira anak kecil kan disini banyak anak kecil. Tapi setelah dicek ternyata ibu pemilik warung itu sudah ada di bawah lubang,” tambahnya.
Eka menyebut proses evakuasi korban secara manual dengan bantuan tangga. Untungnya, korban masih dalam keadaan sadar dan mampu berjalan meskipun tampak kaget dan lemas.
“Ibu Setyowati masih bisa naik tangga sendiri. Hanya kelihatan shock dan ngedrop saja,” imbuhnya.
Diketahui, Setyowati menerima luka ringan di tangannya dan tidak sampai dibawa ke Rumah Sakit.
Area amblesnya tanah tersebut, dikarenakan struktur tanah bangunan tersebut sudah lama retak akibat aliran air bawah tanah. Kini, sekitar 16.30 WIB petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah meninjau lokasi tersebut.
- Penulis: Agung Budi Prasetyo
- Editor: Redaksi
- Sumber: Liputan











Saat ini belum ada komentar