Perang Lebanon-Israel, Tiga Anggota TNI Penjaga Perdamaian PBB Gugur

Perang Lebanon-Israel, Tiga Anggota TNI Penjaga Perdamaian PBB Gugur
Almarhum ketiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas perdamaian PBB di Lebanon. (Istimewa)

Peweimalang.com, Jakarta – Pasukan perdamaian Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) atau Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, atas nama Kapten (Inf) Zulmi Aditya, Sersan Satu (Sertu) Muhammad Nur Ichwan, dan Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon gugur dalam bertugas, akibat korban perang antara Israel dan milisi Hizbullah.

Mereka menjadi korban ketika sebuah meriam menimpa markas pasukan Indonesia di Kota Adshit al-Qusayr, Lebanon Selatan, pada Senin (30/3) dini hari waktu setempat. Pasukan PBB ini, tugas utamanya adalah untuk memastikan penarikan mundur pasukan Israel dari Lebanon Selatan. Dalam misi tugas perdamaian itu, tidak hanya dari Indonesia saja, tapi juga ada puluhan negara yang menyumbangkan prajuritnya dalam UNIFIL. Indonesia tercatat pernah menjadi penyumbang pasukan terbanyak, mencapai yakni 1.200 orang.

Sehingga dengan serangan Israel ke markas pasukan Indonesia, maka Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk keras serangan yang menimbulkan korban di pihak UNIFIL. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga sudah menyuarakan sikap serupa. Serangan yang menimpa kontingen pasukan Indonesia itu terjadi akibat dari eskalasi perang antara tentara Israel versus Hizbullah, seiringan perang AS-Israel melawan Iran, dan Hizbullah sendiri merupakan sekutu Iran di Lebanon.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Narsullah, Selasa (31/3), sumber dari Artificial Intelligence (AI) membenarkan, jika tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas perdamaian PBB dari Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S, gugur dalam misi perdamaian PBB UNIFIL di Lebanon Selatan akibat serangan artileri. Laporan terbaru menyebutkan ada prajurit TNI yang gugur akibat serangan artileri yang menghantam pos penugasan kontingen Indonesia di Lebanon Selatan. Hal ini mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur, yakni Kapten (Inf) Zulmi Aditya, Sersan Satu (Sertu) Muhammad Nur Ichwan, dan Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon. Sedangkan ketiga prajurit TNI tersebut tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.

“Dengan insiden tersebut, maka Pemerintah Indonesia mengecam serangan Israel yang menewaskan prajurit TNI, sehingga Indonesia juga menyerukan penyelidikan menyeluruh dan transparan,” ujarnya.

Tiga prajurit TNI gugur dalam tugas perdamaian di Lebanon, maka Pemerintah Republik Indonesia, melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya anggota TNI yang tergabung dalam UNIFIL. Republik Indonesia mengecaman keras atas serangan Israel ke Lebanon Selatan.

“Indonesia juga menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian,” tegasnya.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *