Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik-Pemerintahan » Bupati Malang Ingatkan Calon Ketum KONI Kabupaten Malang Jangan Bermain Dana Hibah

Bupati Malang Ingatkan Calon Ketum KONI Kabupaten Malang Jangan Bermain Dana Hibah

  • calendar_month Ming, 11 Jan 2026

Peweimalang.com, Kab Malang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang akan menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub), karena Ketua Umum (Ketum) KONI Kabupaten Malang H Rosydin mengundurkan diri. Sedangkan pengunduran dirinya sebagai Ketum KONI Kabupaten Malang, pada 20 Desember 2025. Alasan pengunduran dirinya itu, karena gagal membawa Kabupaten Malang masuk tiga besar di Porprov IX 2025, yang saat itu Malang Raya sebagai tuan rumah, termasuk Kabupaten Malang.

Pengunduran diri Rosydin sebagai Ketum KONI Kabupaten Malang itu, maka sudah ada beberapa orang akan ikut pencalonan Ketum KONI, seperti salah satu Kepala Desa (Kades) di wilayah Kecamatan Wagir, tokoh masyarakat olahraga, pengurus KONI Kabupaten Malang, dan anak pengusaha. Sehingga dengan sudah ada beberapa calon tersebut, tentunya membuat warna baru dalam Muscablub KONI Kabupaten Malang, yang akan digelar pada bulan Februari 2026 mendatang.

Menanggapi rencana Muscablub KONI Kabupaten itu, Bupati Malang HM Sanusi, Minggu (11/1) menyampaikan, jika dirinya tidak terlalu intervensi dengan rencana KONI menggelar Muscablub, setelah Ketum KONI Kabupaten Malang mengundurkan diri. Dirinya mengaku bahwa sudah ada beberapa orang menemui dirinya untuk meminta restu pada pencalonan Ketum KONI Kabupaten Malang. “Saya sampaikan silahkan untuk ikut pencalonan Ketum KONI. Karena dirinya selaku Bupati Malang menyerahkan semuanya kepada cabang olahraga (cabor), siapa yang pantas sebagai Ketum KONI Kabupaten Malang,” paparnya.

Namun, lanjut dia, dirinya juga berharap siapapun yang terpilih sebagai Ketum KONI nantinya bisa membawa KONI Kabupaten Malang lebih berprestasi di ajang-ajang olahraga, baik di tingkat daerah, provinsi, nasional hingga internasional. Dan dirinya juga memberikan apresiasi kepada para atlet yang telah membawa nama harum Kabupaten Malang, yang tidak hanya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, Pekan Olahraga Nasional (PON), Asean Games, dan Sea Games. Sehingga Ketum KONI Kabupaten Malang yang baru nantinya bisa mempertahankan prestasi yang sudah diraih para atlet-atlet Kabupaten Malang.

“Kami mengingatkan kepada pengurus KONI yang baru nanti, hati-hati dalam mengelola dana hibah dan pergunakan anggaran sesuai peruntukannya. Jangan bermain-main  dengan anggaran yang bersumber dari uang negara,” tegas Sanusi.

Ditempat terpisah, salah satu warga asal Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Johan Wahyudi mengatakan, pengunduran diri Ketum KONI Kabupaten Malang yang beralasan gagal membawa Kabupaten Malang masuk tiga besar di Porprov IX 2025, tentunya kita apresiasi. Namun, ada persoalan hukum yang melibatkan pengurus KONI, yang kini masih dalam proses hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, Kabupaten Malang. Sehingga dengan Muscablub nanti untuk memilih Ketum KONI Kabupaten Malang, Calon Ketum harus benar-benar paham dengan olahraga, dan jangan dijadikan ajang cari uang untuk kepentingan pribadi.

Dirinya berharap, Ketum KONI Kabupaten Malang terpilih akan lebih berat mengelola anggaran yang berasal dari dana hibah, dan untuk tahun ini KONI setempat hanya menerima dana hibah sebesar Rp 1,4 miliar, dari anggaran yang diterima itu, Rp 500 juta untuk PSSI. Sedangkan KONI hanya mengelola anggaran sebesar Rp 900 juta, yang digunakan untuk pembinaan pada 68 cabor. “Apakah anggaran KONI itu mampu untuk pembinaan prestasi atlet?, tanya dia.

 

 

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: PWI Malang Raya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less