Peweimalang.com, Kota Batu- Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu kembali mencatat prestasi membanggakan setelah dinobatkan sebagai Penyaji Terbaik dalam ajang Batu Art Flower Carnival (BAFC) 2025. Penampilan yang menggabungkan keindahan batik khas daerah dengan pesona bunga lokal berhasil mencuri perhatian dewan juri dan penonton.
Kepala Diskumperindag Kota Batu, Aries Setiawan, menjelaskan bahwa dalam karnaval kali ini pihaknya mengusung tema Pesona Adiwastra Batu Sae, yang mengangkat nilai-nilai budaya serta kekayaan batik khas Kota Batu.
“Tema tersebut menggambarkan perpaduan antara keindahan seni kriya, nilai budaya yang luhur, serta karakter batik Batu yang tetap abadi sepanjang masa,” ujar Aries, Kamis (30/10/2025).
Ia menuturkan, parade tahun ini menjadi istimewa karena melibatkan kolaborasi antara desainer profesional dan pelajar lokal.
“Kami bekerja sama dengan perancang busana Dwi Satrio dan siswi SMKN 1 Batu yang turut menciptakan rancangan busana. Salah satu karyanya bahkan dikenakan oleh Ketua TP PKK Kota Batu, Ibu Siti Fauziah,” jelasnya.
Aries menambahkan, batik yang ditampilkan merupakan hasil karya para pengrajin lokal dengan motif khas seperti kembang tanjung, anggrek, bantengan, dan redsoga. Setiap motif memiliki makna tersendiri yang menggambarkan kekayaan alam serta budaya masyarakat Batu.
“Kami ingin memperkenalkan batik Batu agar semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan daerah,” katanya.
Selain busana, mobil hias
Diskumperindag juga menjadi sorotan utama dalam parade. Mobil tersebut didesain menyerupai dokar tradisional yang dipenuhi aneka bunga segar hasil budidaya petani lokal.
“Kami ingin menampilkan keindahan Kota Batu melalui satu kesatuan antara batik, budaya, dan pesona alamnya,” ujar Aries.
Ajang Batu Art Flower Carnival 2025 diikuti oleh 18 kontingen undangan dan 49 peserta umum, masing-masing menampilkan kreativitas mobil hias yang dihiasi bunga khas dari wilayahnya. Acara tahunan ini tak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga wadah pelestarian budaya dan promosi potensi kreatif masyarakat.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang mencakup empat aspek utama, yaitu komposisi, keunikan, kelestarian dan kearifan lokal, serta kesesuaian tema, Diskumperindag Kota Batu berhasil meraih posisi tertinggi sebagai Penyaji Terbaik Batu Art Flower Carnival 2025.
Penghargaan tersebut ditetapkan melalui keputusan resmi bernomor 430/2952/35.79.403/2025 tertanggal 26 Oktober 2025, menegaskan posisi Diskumperindag sebagai salah satu instansi daerah yang konsisten mendorong pelestarian budaya dan kreativitas lokal.





