Taman Krida Budaya Didorong Gelar Event Seni Minimal Sebulan Sekali
- calendar_month Sen, 14 Jul 2025

Taman Krida Budaya, tempat pertunjukan seni budaya di Kota Malang. (Foto : Dafa)
Peweimalang.com, Kota Malang– Taman Krida Budaya milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, didorong lebih aktif menggelar kegiatan seni, setidaknya satu kali dalam sebulan.
Dorongan itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur, Mohammad Yasin, kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim saat menghadiri pertunjukan Topeng Panji Mangu, Minggu (13/7/2025).
Yasin mengaku kagum dengan antusiasme penonton, terutama kalangan muda, dalam pertunjukan tersebut. Menurutnya, gedung Taman Krida Budaya sayang jika tidak dimanfaatkan secara optimal.
“Gedung yang luar biasa ini eman kalau hanya kita yang pakai. Teman-teman kelompok seniman minimal tampil sebulan sekali, dan akan kami fasilitasi,” ujar Yasin.
Ia juga menegaskan tiga misi Provinsi Jawa Timur dalam dua dekade mendatang. Pertama, meningkatkan daya saing SDM Jatim di level global. Kedua, mendorong produk UMKM dan hasil pertanian/perkebunan menembus pasar dunia. Ketiga, memperkenalkan seni, budaya, dan pariwisata Jatim agar dikenal dan diminati masyarakat internasional.
Menanggapi hal itu, Kepala Disbudpar Jatim, Evy Afianasari, menyatakan akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk seniman, budayawan, dan penyelenggara acara, untuk merealisasikan kegiatan seni bulanan di Taman Krida Budaya.
“Mungkin tidak hanya Topeng Panji, karena kami juga harus memberi kesempatan seniman lain tampil di sini,” kata Evy.
Ia menjelaskan, para seniman yang akan tampil nantinya harus melalui proses kurasi oleh tenaga ahli dari Disbudpar Jatim. Menurutnya, kurasi ini bukan bentuk pilih kasih, melainkan upaya serius untuk meningkatkan kualitas kesenian di Jawa Timur.
Evy menambahkan, langkah ini juga menjadi cara memperkenalkan kepada generasi muda bahwa kesenian daerah tetap relevan dan tidak ketinggalan zaman, sehingga jangkauan dan dampaknya bisa lebih luas.
Sebagai contoh, ia menyebut pertunjukan Topeng Panji Mangu yang telah memiliki konsep seni, alur cerita yang ingin disampaikan, serta target audiens yang jelas.
“Ini sejalan dengan upaya pelestarian, perlindungan, dan penguatan ekonomi kreatif di Jawa Timur,” tandasnya.
Menurut Evy, ekonomi kreatif saat ini menjadi mesin penggerak baru yang memiliki efek berantai dalam meningkatkan perekonomian daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun berkomitmen terus melestarikan dan melindungi kekayaan budaya yang ada.
- Penulis: Dafa Pratama
- Editor: Redaksi PWI Malang Raya
- Sumber: Liputan










Saat ini belum ada komentar